Rabu, 14 Maret 2012

7 Ciri-Ciri Vampire Pada Diri Manusia


Seri film Twilight berdasarkan novel laris karya Stephenie Meyer, membuat demam vampir kembali mewabah. Tahukah Anda, manusia memang memiliki ciri vampir?

Vampir memang tidak ada, hanya tokoh fiksi rekaan manusia. Namun beberapa penyakit dan kelainan pada manusia menunjukkan karakteristik seperti vampir. Mulai dari tak tahan cahaya matahari, hingga membenci bawang putih dan cermin. Ada tujuh penyakit atau kelainan seperti ciri vampir yang terjadi pada manusia.

Takut bawang putih
Takut bawang putih atau alliumphobia merupakan penyakit syaraf yang menyebabkan orang takut pada tanaman dengan bau keras ini. Menurut legenda, vampir dapat diusir menggunakan bawang putih.

Rabies
Rabies atau hydrophobia merupakan penyakit yang menyebabkan orang menunjukkan beberapa gejala seperti vampir. Termasuk diantaranya keinginan untuk menggigit. Sering digambarkan penyebab terjadinya vampir adalah gigitan kelelawar. Dalam kehidupan nyata, kelelawar merupakan sumber paling umum infeksi rabies.

Benci cermin
Eisoptrophobia merupakan penyakit yang membuat orang membenci cermin. Beberapa penderitanya yakin, melihat cermin akan memanggil hal-hal yang supranatural. Menurut legenda, vampir tak bisa terlihat pantulannya di cermin karena tak memiliki jiwa.

Haus darah
Pada 1985, ilmuwan menemukan kelainan genetik darah yang disebut porphyria. Penderita kelainan ini memiliki hasrat meminum darah manusia. Namun, teori gejala kelainan ini dibantah oleh ahli biokimia David Dolphin. Gejala sebenarnya adalah takut sinar matahari. Seperti diketahui pada legenda-legenda, vampir hanya mengkonsumsi darah.

Count Drakula
Arithmomania sangat terobsesi menghitung (count) benda. Selama berabad-abad diketahui salah satu cara

Taring
Hypohidrotic ectodermal dysplasia merupakan kelainan genetik langka yang mempengaruhi perkembangan gigi. Kelainan ini membuat gigi seseorang tumbuh secara abnormal. Selain itu, gigi yang tumbuh biasanya meruncing seperti gigi vampir. Pada vampir, taring memanjang untuk mempermudah melubangi kulit dan mengisap darah korban.

Terbakar sinar matahari
Xeroderma pigmentosum,kelainan yang benar-benar langka. Kelainan ini menyebabkan DNA seseorang tak bisa memperbaiki kerusakan yang timbul akibat cahaya ultraviolet. Penderitanya harus mengurangi kontak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar